Kabut Asap Karhutla di Palangka Raya Pekat, Anak Sekola Terobos Asap

 

Palangka Raya, KabarLewu.com – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya.

Seperti di Kecamatan Sebangau, pada Jumat (21/8/2026) pagi, kabut asap terlihat menyelimuti seluruh wilayah kecamatan tersebut. Sejak pagi hari suasana tampak remang dan diselimuti warna putih pekat sehingga mengganggu pemandangan dan aktivitas warga.

Meskipun kualitas udara makin memburuk, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka peserta didik di seluruh sekolah yang ada di Kecamatan Sebangau tetap berjalan.

Terpantau di SDN 1 Bereng Bengkel, sekalipun lingkungan sekolah berselimut kabut asap pekat, kegiatan belajar mengajar masih tetap berjalan. Pihak sekolah diketahui belum mengambil keputusan untuk meliburkan para muridnya.

Reno, warga Bereng Bengkel mengatakan, pada jam keberangkatan anak-anak menuju sekolah yakni sekitar pukul 06.30 hingga 07.30 WIB, jarak pandang tercatat sangat terbatas. Para pengguna jalan dan anak sekolah harus ekstra berhati-hati saat melintas.

Baca Juga :  Dishub Palangka Raya Larang Badut dan Pengamen Beraktivitas di Persimpangan

“Tidak hanya mengganggu pandangan, bau asap karhutla sangat menyengat juga terasa menembus hidung. Kondisi udara yang tercemar ini berisiko tinggi merusak kesehatan saluran pernapasan masyarakat, terutama anak-anak,” tukasnya.

Disampaikan Reno, kondisi kabut asap tebal ini biasanya baru berangsur memudar dan jarak pandang membaik ketika hari mendekati pukul 10.00 WIB. Sinar matahari yang makin terik perlahan membantu mengurai kepekatan asap di udara.

Sebagai orang tua siswa, Reno mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan anak-anak. Keterpaparan asap tebal secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memicu timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kami khawatir sekali kalau anak-anak harus menembus asap pekat setiap pagi demi pergi ke sekolah. Bau asapnya menusuk hidung dan bikin perih, kami takut anak-anak kena ISPA kalau dibiarkan terus seperti ini,” tukasnya.

Baca Juga :  Jekan Raya Zona Merah Karhutla, Kualitas Udara Palangka Raya Sangat Tidak Sehat

Melihat situasi tersebut, para orang tua murid berharap pihak Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya segera mengambil langkah konkret. Mereka mengusulkan adanya penyesuaian jam masuk sekolah menjadi lebih siang atau memindahkan proses belajar secara daring hingga kondisi udara kembali aman.

Diketahui sebelumnya BMKG memprakirakan kualitas udara di Palangka Raya masih dalam kategori tidak sehat akibat titik panas karhutla yang meningkat dalam sepekan terakhir.
Sementara itu Pemerintah Kota Palangka Raya mengmbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai masker, menutup pintu dan jendela rumah, serta memperbanyak minum air putih. (Lew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *