
Palangka Raya, Kabarlewu.com – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menyatakan sepakat dengan rencana Pemerintah Provinsi Kalteng memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama satu bulan ke depan. Langkah tersebut dinilai perlu mengingat musim kemarau masih berpotensi berlangsung hingga Oktober.
Meski sepakat, Junaidi menekankan keputusan perpanjangan harus mempertimbangkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan cuaca dalam beberapa pekan ke depan.
“Apa yang disampaikan Pak Gubernur itu kita sepakat. Tanggap darurat karhutla memang harus kita perpanjang karena kondisi masih terjadi karhutla dan juga belum turun hujan,” katanya, kemarin.
Ia menjelaskan, berdasarkan rapat koordinasi dengan BMKG, puncak kemarau di Kalteng diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober. Namun, kepastian turunnya hujan merata belum bisa dipastikan.
“Itu berdasarkan data sementara. Kita tidak tahu apakah memang Oktober nanti sudah mulai ada hujan atau belum,” ujarnya.
BMKG memprakirakan curah hujan rendah masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Kalteng hingga dasarian II Oktober. Bahkan, sebagian wilayah Kalteng bagian selatan berpeluang mencatat curah hujan bulanan di bawah 50 milimeter.
Junaidi berharap kesiapan pemerintah bersama seluruh unsur penanggulangan karhutla mampu menjaga kondisi tetap terkendali, hingga musim penghujan tiba.
“Mudah-mudahan persiapan kita satu bulan ke depan itu aman,” ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyatakan status tanggap darurat karhutla diperpanjang 30 hari ke depan. Kebijakan itu diambil akibat kualitas udara di sejumlah wilayah Kalteng yang masih berada dalam kondisi berbahaya. (Lew)
