Hadapi Protes Pemadaman, Gubernur Kalteng Temui Massa GPG Bersama GM PLN

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menemui peserta Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di depan Istana Isen Mulang, Kamis (30/7/2026).

Sebelumnya massa GPG menggelar aksi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Mereka memprotes pemadaman listrik yang kerap terjadi beberapa waktu terakhir. Aksi kemudian berlanjut ke depan Istana dan langsung direspons gubernur bersama pihak PLN.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Agustiar menegaskan Pemprov sudah berulang kali berkoordinasi dengan PLN. Ia menargetkan persoalan listrik selesai sebelum akhir Juli 2026.

“Insyaallah akhir bulan semuanya clear and clean. Kami terus berkoordinasi dengan pusat agar PLN UID Kalselteng tidak mengabaikan kondisi riil di Kalteng,” kata Agustiar.

Baca Juga :  UPR Sudah Gelar PJJ Sejak 31 Agustus, Tunggu Evaluasi Kualitas Udara

Ia menyebut pemadaman tidak hanya terjadi sejak 22 Juli. Sebelumnya juga sempat terjadi, sempat normal, lalu kembali padam sehingga menimbulkan keresahan warga.

“Keresahan masyarakat juga keresahan kami. Karena itu kami panggil PLN agar memberikan penjelasan langsung, supaya tidak ada spekulasi dan panic buying,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan PLN, penyebab gangguan adalah kerusakan pembangkit di Gunung Mas, Tabalong, dan Asam-Asam. Pemprov meminta PLN memberi kepastian penanganan agar masyarakat mendapat informasi yang jelas.

“Sebagai pelayan publik, penjelasan harus disampaikan tegas dan bertanggung jawab. Jangan sampai jadi isu liar,” tegas Agustiar.

GM PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menjelaskan gangguan berasal dari sisi pembangkit milik Independent Power Producer (IPP). PLN bertugas di sisi distribusi ke pelanggan.

Baca Juga :  Antisipasi Kabut Asap, Pemko Palangka Raya Wajibkan Penggunaan Masker di Sekolah

Gangguan yang terjadi disebut force outage atau kerusakan tidak terduga. Seharusnya pembangkit dilakukan pemeliharaan tahunan, namun jadwalnya beberapa kali ditunda karena kebutuhan listrik di Kalsel dan Kalteng tinggi.

“Karena penundaan itu terjadilah force outage. Itu penyebab kondisi saat ini,” jelas Iwan.

PLN juga sudah mengajak Ombudsman meninjau langsung PLTU SKS di Gunung Mas. Ke depan, media dan Pemprov dipersilakan melihat proses penanganan di lapangan.

Pertemuan ini diharapkan memberi kepastian kepada masyarakat terkait percepatan pemulihan pasokan listrik yang selama ini dikeluhkan. (Lew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *