
Palangka Raya, Kabarlewu.com – Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya dalam tiga hari terakhir berdampak positif terhadap penurunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, mengatakan hujan cukup membantu memadamkan titik api dan membasahi lahan gambut yang selama ini rawan terbakar.
“Setelah hujan turun, titik panas cenderung menurun. Beberapa titik api yang sebelumnya terpantau, padam secara alami karena lahan sudah basah. Ini sangat membantu tugas di lapangan,” ujar Heri di Palangka Raya, Rabu (28/10/2026).
Meski ada penurunan, Heri menegaskan pihaknya tidak lengah mengingat curah hujan masih rendah dan belum merata, Tim Satgas Penanganan Karhutla tetap melakukan pemantauan ketat, terutama di kawasan gambut yang mudah terbakar.
Beberapa wilayah yang masih menjadi fokus pengawasan yakni Kecamatan Jekan Raya, Sebangau, Bukit Batu, dan sebagian Kecamatan Pahandut. Di kawasan tersebut ungkap Heri, tim satgas terus melakukan pembasahan, khususnya di lokasi yang masih terdeteksi sumber asap.
“Intinya personel tetap siaga. Peralatan dan kendaraan pemadam juga tetap kami siagakan. Cuaca bisa kembali panas dan kering sewaktu-waktu, jadi tidak boleh lengah. Apalagi status tanggap darurat belum dicabut, jadi harus tetap siaga,” tegasnya.
Untuk pencegahan, tim satgas menyiapkan langkah antisipatif agar karhutla tidak kembali meluas saat cuaca panas. Langkah tersebut meliputi patroli rutin di wilayah rawan, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar, serta memperkuat koordinasi antar satgas dan masyarakat.
“Evaluasi kami, kuncinya ada di mitigasi pencegahan sejak dini dan kecepatan respon. Selama musim kemarau ini semua tim bekerja ekstra. Atas perintah Pak Wali Kota, kami juga menggandeng OPD terkait untuk membantu penanganan karhutla,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah daerah akan memperkuat langkah konkret agar kabut asap berkepanjangan tidak kembali terjadi. Salah satunya dengan memperketat pengawasan pembukaan lahan, penegakan hukum, serta mendorong peran aktif masyarakat menjaga lingkungan.
“Upaya mencegah api kembali muncul terus kami lakukan. Selain patroli dan sosialisasi, kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api, agar bisa cepat ditangani sebelum meluas,” pungkas Heri.(Lew)
