90 Kasus Karhutla di Palangka Raya, Jekan Raya Wilayah Terbanyak

90 Kasus Karhutla di Palangka Raya, Jekan Raya Wilayah Terbanyak
Anggota Dishut bersama relawan saat berusaha memadamkan dan pendinginan di lokasi terbakarnya lahan gambut di Jalan Tjilik Riwut Km 13 Palangka Raya. Foto Ist

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 90 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak ditetapkannya Status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026. Total luas lahan yang terdampak mencapai 37,42 hektare.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan kejadian karhutla masih didominasi Kecamatan Jekan Raya dengan 61 kejadian. Disusul Kecamatan Sebangau 15 kejadian, Pahandut 11 kejadian, dan Bukit Batu 3 kejadian. Sementara Kecamatan Rakumpit belum tercatat adanya karhutla.

Menurut Budi, kondisi cuaca yang semakin kering dan minim hujan menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran. Karena itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu titik api.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Pencegahan adalah langkah paling efektif menekan karhutla,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Ia menambahkan, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan relawan terus melakukan patroli, pemantauan di wilayah rawan, serta sosialisasi kepada masyarakat.

“Pengawasan melalui patroli akan terus dilaksanakan. Kami juga berharap masyarakat ikut mengawasi. Jika ada indikasi pembukaan lahan dengan membakar, segera laporkan atau amankan pelakunya,” tegasnya.

Budi mengajak warga segera melapor jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas.

“Penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan kepedulian dan partisipasi masyarakat, kami optimistis kejadian karhutla dapat ditekan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak kabut asap,” pungkasnya. (Lew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *